Thursday, 19 December 2019


Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel) merupakan salah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Sebagai provinsi kepulauan Bangka Belitung tentu tidak heran jika banyak potensi dan sumber daya alam yang tersimpan disana.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Bukan hal baru jika mendengar provinsi ini dengan banyak julukan seperti negeri laskar pelangi, negeri sahang(lada), dan juga negeri timah. Ya negeri timah, karena Timah dari Pulau Bangka Belitung punya peran penting untuk bahan baku pembuatan smartphone di seluruh dunia.

Sedikit membahas sejarah, pertambangan timah di Indonesia sudah dimulai sejak awal abad ke-19. Saat itu salah satu tujuan dilakukan penambangan adalah pengumpulan timah untuk digunakan campuran untuk aluminium, bahan penghantar listrik, dan pelat timah. Hingga saat ini Indonesia merupakan negara pengekspor timah terbesar kedua didunia yang 90 persennya berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mungkin jika dibuat sebuah perbandingan sepertiga dari timah yang digunakan untuk bahan elektronik didunia berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tapi ada beberapa fakta mengenai timah bangka Belitung, yang mungkin tidak kamu ketahui. 
yuk simak apa saja

Timah Bangka Belitung



1. Bahan baku pembuatan smartphone di seluruh dunia.

Kita semua tahu bahan atau komponen pembuatan berbagai perangkat elektronik selalu menggunkan timah. Setidaknya terdapat 7 gram timah yang terdapat dalam sebuah telepon seluler sebagai perekat yang menahan semua resistor, transistor, dan rangkaian terpadu dalam peralatan elektronik. Timah merupakan komponen yang sangat penting dalam pembuatan telepon seluler(smartphone), karena sampai saat ini belum ada komponen yang bisa digunakan untuk mengganti peran timah dalam pembuatan perangkat elektronik termasuk telepon seluler(smartphone). Jadi bisa disimpulkan tanpa timah smartphone tidak akan ada. Timah aktif kuat, ringan, dan tahan karat.

Bahkan produsen telepon seluler di dunia seperti Nokia, Sony, BlackBerry, Motorola, dan LG Electronis telah lama mengakui bahwa produk-produknya mengandung timah hasil penambangan di Pulau Bangka, Indonesia. Bahkan Samsung dan Apple menyetujui masing-masing mendapatkan pasokan timah dari perusahaan negara, PT Timah (Persero) Tbk dan juga melalui kerjasama Shenmao dan Chernan.

2. Salah satu sumber penghasilan utama.

Sebagai sumber daya yang menjanjikan tidak heran jika timah menjadi salah satu sumber pencarian di Bangka Belitung. Di tambah lagi dengan harga yang menjanjikan dan tersedianya sumber daya yang melimpah, menjadikan timah sebagai salah satu sumber penghasilan utama di Bangka Belitung.

3. Komoditas ekspor

Yupsss timah merupakan komoditas ekspor dari Bangka Belitung, tapi sayangnya tidak sempurnanya pengolahan menjadikan timah Bangka Belitung tidak mencapai harga maksimal saat di ekspor.

Wah sayang sekali ya..

4. Mengganggu ekosistem laut.

Tidak heran jika semua bentuk penambangan akan memiliki berbagai efek samping salah satunya adalah ekosistem laut. Kenapa bisa berdampak pada ekosistem laut.? Karena air bekas limbah penambangan akan mengalir ke lautan sehingga mengganggu ekosistem laut dan juga berdampak pada hasil tangkapan nelayan serta berimbas ke penduduk sekitar. Salah satu dampaknya adalah pada tahun 2018 kemarin terdapat cacing pada ikan hasil tangkapan nelayan yang setelah di teliti ikan tersebut terinfeksi cacing tambang.

5. Bom waktu

Memang timah menjadi potensi ekonomi yang besar untuk beberapa dekade ke depan, tapi jika terus menurus dilakukan eksploitasi terhadap timah tanpa dibarengi dengan reboisasi, tidak menutup kemungkinan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan ikut meledak bersama potensi terbesarnya sendiri. Bahkan sekarang pun sedikit demi sedikit sudah mulai tampak efek dari tambang timah yang dilakukan. 

Semoga saja tetap aman ya.. Aamiin…


Nah itulah beberapa fakta mengenai timah Bangka Belitung. Meskipun suatu wilayah memiliki potensi alam yang besar untuk dikembangkan, tapi tetap saja harus diimbangi dengan menjaga alam itu sendiri, jangan sampai suatu wilayah yang harusnya bangkit dengan potensi sumber daya alamnya malah tenggelam dengan dengan sumber daya alam yang dimilikinya.

Terima kasih telah membaca😀
silahkan dibagikan jika dirasa bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment